YUKA Natural Soap | Pesona Keharuman Alami

Yuka Natural Soap adalah sabun yang diramu dari bahan alami, 100% NON Alkohol dan NON Deterjen. Terinspirasi dari kekayaan alam, Yuka disajikan dalam harmoni keunggulan aroma dan kualitas.

YUKA Natural Soap | Katalog Produk

Dengan Yuka natural Soap, kini Anda bisa nikmati sensasi Home Spa setiap hari dengan kualitas istimewa. All Varian: Baca Selengkapnya

Best Choice, Best Price, Best Seller, Best Quality

Inspirasi Cantik Alami | Best Seller Product. Menyajikan produk pilihan alami kesehatan dan kecantikan dengan harga menarik dan kualitas terbaik, pilihan utama Anda.

Masker Herbal Spirulina | Nutrisi Alami bagi Kulit

Spirulina adalah sejenis gangang hijau biru yang merupakan sumber nutrisi yang kaya asam amino essensial, vitamin, mineral, karotenoid yang dibutuhkan oleh tubuh.

Tiens Aura Energy Stone | Inspirasi Cantik Alami

Apa sih sebenarnya Kalung Aura Energy itu? Aura Energy Stone adalah kalung yang mampu menghasilkan sinar infra merah, ion negatif, terbukti mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Friday, October 19, 2012

Cara Membuat Jus Jahe

Pernahkah anda mencoba mengkombinasikan antara jahe dan jus? Mungkin beberapa orang pernah mencoba karena telah mengetahui khasiat dari jahe namun ada juga yang belum tahu manfaat dari jahe yang apabila dikombinasikan dengan jus akan tercipta rasa yang luar biasa nikmat serta khasiat yang dahsyat, penasaran bukan?…

Jahe dan jus merupakan dua kombinasi unik bukan hanya sebagai minuman yang nikmat namun dapat juga bermanfaat sebagai obat. Mengapa demikian? Karena kedua bahan tersebut baik Jahe dan Jus ternyata masing-masing memiliki khasiat yang baik bagi tubuh manusia, Jahe sendiri memiliki nama latin zingiber yang dipercaya sebagai tanaman apotik hidup yang mampu merangsang kelenjar pencernaan sehingga menambah nafsu makan dan memperkuat pencernaan tubuh.

Selain itu Jahe juga mampu mencegah rasa mual dan kembung hal inilah yang membuat NASA kemudian melakukan penelitian terhadap kandungan Jahe yang ternyata sangat berguna bagi awak NASA yang ada diluar angkasa untuk membantu mereka menghilangkan rasa mual dan kembung akibat tekanan udara.

Hebatnya lagi khasiat Jahe sendiri tidak berubah meskipun sudah diproses menjadi minuman serta sebagai bahan kombinasi minuman jus.

Sedangkan jus sendiri banyak sekali khasiat bagi tubuh kita, bukan hanya pengusir haus melainkan obat mujarab nan murah dan tanpa efek samping. Jus bagus untuk dikonsumsi bagi semua usia tak perduli tua,muda bahkan anak-anak sekalipun. Khasiat jus sendiri bagi kesehatan adalah sebagai penambah daya tubuh, penambah asupan gizi maupun vitamin dalam tubuh, serta mampu mengikat kolestrol jahat dan masih banyak khasiat jus lainnya,namun bukan hanya baik untuk kesehatan dari segi perawatan kecantikan dan penambah vitalitas jus juga sangat berguna apalagi kini jahe dan jus akan kita kombinasikan

Manfaat jahe dan jus bila dikombinasikan menjadi satu yaitu mampu membangkitkan sel-sel otak kita sehingga mempengaruhi semangat dalam bekerja dan bagi pelajar tentu saja dalam belajar, kombinasi kedua minuman ini juga mampu meningkatkan kinerja otak terutama dalam hal daya ingat serta daya tahan tubuh sehingga anda akan mendapati diri anda menjadi sehat selalu, bugar dan tidak sering sakit.

Setelah mengetahui kandungan Jahe dan Jus berikut cara membuatnya, membuat jus sama seperti biasa misal jus jeruk tinggal memblender jeruk ditambah sedikit gula dan untuk jahenya sendiri butuh beberapa proses.

Kupas jahe terlebih dahulu, cuci bersih kemudian bakar jahe hingga berbau harum. Setelah jahe dibakar cuci kembali tinggal memasukkan jahe kedalam jus, namun ingat hanya setengah ruas jari saja jangan kebanyakan karena bisa membuat rasa jus jadi sengur. Nah mudah bukan? Anda ingin sehat makanya buruan mencoba.

Selamat mencoba mengkreasikan Jahe dan Jus hingga menjadi minuman yang nikmat dan berkhasiat ^^

Sumber: Anekaresepenak.info

Tips Membuat Jus Sayur yang Nikmat

Banyak diantara kita yang tidak suka makan sayur karena baunya yang langu atau sengur meskipun sudah disiasati dengan menambah berbagai macam bumbu dapur tetap saja banyak yang tidak suka, namun sahabat jangan khawatir ada cara untuk membuat anak suka dengan sayur, karena ternyata sayuran bukan hanya bisa diolah sebagai makanan melainkan kini sayuran juga bisa dibuat minuman jus. Asal tau cara membuatnya maka anak-anak dirumah tidak akan tahu kalau jus yang mereka minum ternyata berasal dari sayur.

Sayuran bagus sekali manfaatnya untuk tubuh apalagi di era global warming seperti ini karena sayur sendiri berguna sebagai penangkal radiasi jahat bagi tubuh serta sebagai anti aging agar tubuh tetap segar bugar dan terhindar dari penyakit yang berbahaya. Namun sayang, anak muda jaman sekarang enggan mengkonsumsi sayur yang memang rasanya tidak seenak buah-buahan. Tapi Anda tidak perlu berkecil hati dulu karena disini saya akan berbagi tips membuat jus sayur yang enak dan pasti rasanya segar dan tidak akan berbeda dengan minuman jus yang berasal dari buah, penasaran kan? Simak cara membuat jus sayur enak berikut ini ya ^^

Pertama Anda harus menentukan sayur apa yang akan dijadikan jus. Pada umumnya sayur yang dibuat jus adalah wortel, ketimun, bayam serta tomat. Misal kali ini kita akan membuat jus sayur wortel maka siapkan 5 buah wortel
Kupas dan cuci bersih Hal ini bertujuan agar wortel bersih dari kotoran maupun sisa pestisida atau semacamnya sehingga aman untuk dikonsumsi
Tambahkan seperempat buah lemon segar Penambahan buah lemon agar rasanya segar serta dapat menghilangkan bau langu atau sengur dari sayur wortel, bila suka rasa asam bisa ditambahkan lagi porsi lemonnya sesuai selera
Madu juga jangan lupa Madu ternyata banyak juga manfaatnya, dalam hal ini madu berfungsi sebagai penambah rasa manis alami yang cocok bila dipadukan dengan jus sayur ini ketimbang gula pasir. Bila menyukai rasa manis bisa menambahkan madu sesuai selera
Buah Nanas sebagai pelengkap kenikmatan Nah tips yang kelima ini juga wajib ditambahkan dalam membuat jus sayur apapun ingat 4 sehat 5 sempurna begitu juga dengan cara membuat jus sayur nanas sebagai tips penyempurna rasa dan dijamin pasti semua akan terkecoh kalau jus yang diminum ternyata jus sayur wortel. Nanas apabila dicampur ke dalam minuman meski sedikit tetap akan menimbulkan rasa yang dominan, untuk itu mengapa tidak kita manfaatkan sebagai pengecoh rasa sayur agar rasa yang keluar dan mencolok dilidah rasa buah nanas yang sedikit asam namun segar

Bagaimana Sahabat? Sudah tahukan cara membuat jus sayur yang enak yang meski berbahan dasar sayur namun ditambahi sedikit perasan lemon, madu serta sedikit potongan nanas bisa merubah rasa sayur menjadi buah dan bukan hanya rasanya melainkan juga bau sayur akan terkikis dengan rasa tajamnya lemon serta nanas. Semua bahan juga mudah ditemukan baik di toko dekat rumah maupun pasar sekitar tempat tinggal.

Dengan sedikit sentuhan ibu maka kita bisa tetap memberi asupan gizi cukup untuk keluarga, namun bukan hanya ibu yang bisa melakukannya bila adik maupun kakak perempuan dirumah yang ingin merasakannya juga, jus sayur rasa buah silahkan mencoba tips yang telah kami uraikan di atas sehingga sayur bukan lagi hal yang wajib kita singkirkan melainkan wajib kita kreasikan menjadi sebuah minuman maupun makanan yang enak dan menimbulkan rasa ketagihan hingga ingin membuat dan membuat lagi.

Sumber: anekaresepenak.info

Susu Sapi Ternyata Dapat Digunakan Obati HIV

Susu disebut-sebut sebagai minuman menyehatkan yang mengandung banyak nutrisi. Salah satu nutrisi yang terkandung di dalamnya baru-baru ini ditemukan dapat menghambat pertumbuhan HIV. Susu sapi pun digadang-gadang sebagai salah satu produk yang dapat mencegah penularan penyakit berbahaya ini.

Awalnya para ilmuwan melihat bahwa sapi tidak dapat terinfeksi HIV. Setelah melalui proses penelitian yang cukup lama, ternyata peneliti menemukan bahwa sapi dapat menghasilkan antibodi yang mencegah penularan HIV/AIDS.

Para peneliti menyuntik sapi betina dengan protein HIV. Setelah sapi tersebut melahirkan, para ilmuwan mengumpulkan kolostrum atau susu pertama yang dihasilkan setelah melahirkan. Biasanya kolostrum diperkaya dengan antibodi untuk melindungi bayi sapi dari infeksi. Ternyata kolostrum tersebut mengandung antibodi HIV.

Ketika para ilmuwan dari University of Melbourne dan perusahaan biofarmasi Immuron Ltd memberikan susu kolostrum ini dengan virus HIV, ternyata benar. Pertumbuhan virus pun terhambat.

"Kami menduga antibodi melekat ke permukaan virus dan menahan protein yang perlu dilepaskan untuk melakukan kontak dengan sel manusia. Mirip sistem kunci dan lubang kunci, jika lubang kunci tidak dapat dicapai atau kuncinya diganti, pintu tak akan dapat terbuka," kata peneliti, Marit Kramski seperti dilansir Medical Daily, Kamis (18/10/2012).

Dalam laporan yang dimuat jurnal Antimicrobial Agents and Chemotherapy, peneliti menemukan bahwa sapi dapat menghasilkan 1 kilogram antibodi. Dengan jumlah ini, susu sapi mungkin bisa diolah menjadi produk lain untuk mencegah penularan virus HIV. Misalnya dibuat krim atau gel yang dioleskan di vagina sebelum atau setelah berhubungan seksual.

Penelitian ini bukan satu-satunya yang berhasil menemukan cara efektif untuk melindungi dari infeksi HIV. Pada bulan September lalu, para ilmuwan mengumumkan bahwa cincin vagina anti-HIV telah terbukti sukses mencegah penularan HIV dalam uji coba pada monyet. Tetapi metode pencegahan HIV dari susu sapi ini agaknya bisa menjadi alternatif yang lebih murah.

Sebagian besar kasus HIV yang berjumlah 34 juta kasus terjadi di negara-negara berkembang di mana kondom tidak mudah didapat karena stigma budaya. Penggunaan produk susu sapi untuk mencegah HIV nampaknya akan menjadi solusi yang berguna bagi wanita di daerah tersebut, terutama yang tengah ingin hamil.

Para peneliti mengatakan bahwa krim yang sama juga dapat dibuat untuk pria, tapi masih perlu dikaji ulang agar lebih efisien. Produk krim dengan kandungan susu sapi anti HIV mungkin baru bisa benar-benar dikembangkan 10 tahun lagi. Langkah penting berikutnya yang akan diuji adalah membuktikan apakah krim tersebut aman digunakan pada vagina.

(pah/ir)
Sumber: DetikHealth

Stroke Jadi Pembunuh No 1 Karena Masih Banyak yang Tak Peduli

Stroke merupakan penyebab kecacatan dan kematian yang utama di seluruh dunia. Hanya sekitar 20 persen serangan yang tertangani dengan cepat, salah satunya karena banyak yang kurang peduli. Apa saja yang perlu dipedulikan soal stroke?

Data departemen kesehatan RI menunjukkan bahwa stroke merupakan penyebab kematian utama di Rumah Sakit. Padahal penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa stroke dapat dicegah, dan stroke dapat diobati.

Pengobatan stroke yang tepat dapat dicapai bila penderita stroke datang ke RS dengan fasilitas yang memadai dalam waktu yang cepat. Permasalahan yang muncul adalah kurangnya pemahaman akan bahaya faktor risiko stroke.

Permasalahan lain yang muncul adalah pasien stroke tidak mendapatkan pertolongan yang memadai dalam waktu yang singkat. Hal ini berkontribusi terhadap tingginya kecacatan dan kematian akibat stroke.

Data menunjukkan bahwa stroke menyerang 1 di antara 6 orang diseluruh dunia. Kepedulian tentang kenyataan ini dapat diwujudkan dengan mengingatkan orang-orang di sekitar kita akan bahaya stroke.

Beberapa hal tentang stroke yang semua orang harus peduli adalah sebagai berikut:

1. Peduli akan fakta tantang stroke
Penanganan stroke sampai saat ini belum optimal terkait dengan masih banyaknya mitos yang meliputi stroke. Salah satu mitos adalah stroke yang hanya diderita oleh lanjut usia.

Mitos yang lain adalah stroke tidak dapat disembuhkan, atau stroke adalah akhir dari segalanya. Faktanya stroke dapat mengenai semua usia. Stroke dapat menyerang laki-laki dan perempuan dengan proporsi yang hampir sama. Stroke dapat disembuhkan bila mendapat tatalaksana yang tepat dalam waktu yang singkat.

2. Peduli akan faktor risiko stroke dan pengendaliannya
Faktor risiko stroke ada yang dapat dikendalikan dan ada pula yang tidak dapat dikendalikan. Faktor risiko stroke yang tidak dapat dikendalikan adalah usia tua, jenis kelamin laki-laki, ras, dan riwayat keluarga stroke.

Faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan adalah hipertensi, diabetes, kegemukan, kadar lemak darah yang tinggi, dan merokok. Dua faktor risiko stroke yang utama, yaitu hipertensi dan dislipidemia (kadar lemak darah yang tinggi) tidak bergejala, sehingga dinamakan dengan "the silent killer".

Kewaspadaan akan faktor risiko stroke tersebut dapat dibangkitkan dengan menanyakan pada diri sendiri dan orang-orang disekitar kita:

- tahukah tekanan darah kita minggu ini?
- tahukah lingkar perut kita satu bulan terakhir ini?
- tahukah kadar kolesterol kita 3 bulan terakhir ini?

3. Peduli akan gejala stroke
Tatalaksana stroke yang optimal dapat tercapai bila pasien stroke datang ke RS dengan fasilitas pelayanan stroke 24/7 (24 jam sehari dan 7 hari seminggu). Pada kondisi demikian tindakan tatalaksana terhadap bagian otak yang mengalami gangguan pembuluh darah dapat berlangsung dengan optimal.

Permasalahan yang muncul adalah pasien stroke datang terlambat ke RS. Penelitian yang dilakukan di berbagai belahan dunia, termasuk yang kami lakukan di Yogyakarta menunjukkan bahwa hanya kurang dari 20% pasien stroke yang datang kurang dari 3 jam sejak gejala muncul.
Hal ini terjadi karena tidak dikenalinya gejala dan tanda stroke yang meliputi:

- kelumpuhan mendadak
- wajah perot mendadak
- kesulitan berkomunikasi mendadak
- penurunan kesadaran

4. Peduli akan tatalaksana stroke yang tepat
Tatalaksana stoke yang tepat melibatkan lintas disiplin dan dibutuhkan kerjasama semua pihak. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pasien stroke yang dirawat di unit stroke yang multidisiplin dan hanya dikhususkan untuk pasien stroke memiliki angka kematian dan kecacatan yang lebih rendah.

Hal tersebut membuktikan bahwa pelayanan yang komprehensif terbukti mampu memperbaiki luaran klinik pasien stroke (angka kematian lebih rendah, angka kemandirian lebih tinggi, dan angka komplikasi lebih rendah). Pengobatan komplementer dan pengobatan tradisional yang mengklaim diri ampuh tanpa adanya bukti ilmiah yang baku perlu diwaspadai.

5. Peduli akan pemulihan stroke
Masa emas pemulihan stroke adalah pada bulan-bulan pertama pasca serangan stroke. Pada masa 6 bulan pertama pemulihan akan berlangsung optimal, bila dilakukan pengobatan dan tindakan rehabilitasi medik yang sesuai.

Mitos yang sering beredar adalah “stroke adalah akhir dari segalanya” dan “pasien stroke tidak mungkin kembali kepada aktivitasnya sebelum stroke”. Dua hal tersebut adalah mitos yang salah.

6. Peduli akan kemungkinan serangan ulang
Pasien yang telah selamat dari serangan stroke pertama tidak serta merta bebas dari kemungkinan serangan ulang. Penelitian menujukkan bahwa ada kemungkinan sampai dengan 25 persen untuk munculnya serangan ulang pada masa satu tahun pasca stroke.

Hal tersebut lebih besar kemungkinannya bila faktor risiko stroke tidak terkendali dengan baik. Pada pasien stroke yang mengalami serangan ulang, maka kecacatan akan lebih parah daripada serangan stroke pertama. Angka kematian juga akan lebih tinggi.

* Penulis bekerja di SMF Saraf RS Bethesda Yogyakarta dan juga anggota World Stroke Organization


(up/ir)
Sumber: DetikHealth

Prinsip '5 Awal' untuk Cegah Hipertensi

Hipertensi merupakan faktor risiko stroke paling utama dan konsisten, sedangkan stroke sendiri adalah salah satu pemicu kematian yang utama di seluruh dunia. Semua itu bisa dicegah hanya dengan menerapkan prinsip 5 awal. Seperti apa?

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa pengendalian hipertensi yang optimal akan menurunkan risiko kejadian stroke. Permasalahan yang muncul adalah tidak dikenalinya hipertensi sejak dini.

Hal ini terjadi karena hipertensi tidak memberikan gejala dan tanda yang khas. Pasien seringkali datang berobat ketika komplikasi telah muncul seperti gagal ginjal, stroke, atau gagal jantung.

Kepedulian untuk memerangi hipertensi sebagai faktor risiko stroke yang utama dapat diwujudkan dengan "5 awal" yang baik.

1. Awal dideteksi
Hipertensi dapat dideteksi dengan mudah dengan alat pengukur tekanan darah yang disebut tensimeter. Tensimeter tersedia dibanyak tempat, mulai dari puskesmas sampai dengan RS.

Ajukan pertanyaan ini kepada diri anda sendiri dan orang-orang di sekitar anda "tahukah tekanan darah Anda bulan ini?" Bila belum mungkin anda kurang peduli dengan hipertensi.

2. Awal diagnosisnya
Diagnosis hipertensi ditegakkan dengan melakukan pengukuran tekanan darah dengan cara yang sesuai 2 kali atau lebih di 2 kesempatan yang berbeda. Bila tekanan darah konsisten di atas 140/ 90 mmHg, maka seseorang dinyatakan menderita hipertensi.

Faktor risiko yang lain harus pula dicari secara sistematik. Risiko serangan jantung dan stroke akan meningkat berlipat ganda bila seseorang yang memiliki hipertensi juga menderita diabetes, dislipidemia (kadar lemak darah yang tinggi), dan merokok.

3. Awal diberi terapi
Begitu diagnosis hipertensi ditegakkan, maka langkah berikutnya adalah memberikan terapi yang tepat. Terapi hipertensi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu perubahan pola hidup dan terapi obat anti hipertensi.

Perubahan pola hidup harus disarankan pada semua pasien hipertensi, yang meliputi mengurangi konsumsi garam, olahraga teratur, berhenti merokok, turunkan berat badan berlebih, dan menghindari stres. Pasien yang meminum obat anti hipertensi tetap harus mengikuti perubahan pola hidup yang dianjurkan.

Kepatuhan akan terapi harus dijelaskan secara mendetail pada pasien. Demikian pula pemantauan hasil terapi. Kunjungan berkala untuk memonitor hasil terapi sangat diperlukan.

4. Awal dipantau hasil terapi
Segera setelah terapi dimulai, maka pasien hipertensi harus dipantau secara berkala mengenai hasil terapi. Pertanyaan yang mendasar, "apakah target tekanan darah pasien telah tercapai ?"

Target tekanan darah yang dianjurkan adalah 130/80 mmHg atau di bawahnya. Pada pasien dengan kondisi diabetes dan gagal ginjal, maka target tekanan darah tersebut harus lebih rendah. Bila target tidak tercapai dengan perubahan pola hidup, maka terapi dengan obat anti hipertensi harus segera dimulai.

Studi memperlihatkan bahwa hanya 50 persen pasien hipertensi yang berobat, dan di antara yang berobat hanya 50 persen yang berhasil mencapai tekanan darah yang diinginkan. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 30 persen pasien hipertensi bahkan memerlukan lebih dari 1 macam obat anti hipertensi untuk mencapai target tekanan darah yang diinginkan.

5. Awal dicari komplikasinya
Deteksi dini komplikasi dapat dilakukan dengan USG doppler untuk melihat penebalan dan pengerasan pembuluh darah karotis di leher, atau dengan memeriksaa albumin di urine yang menandakan kebocoran ginjal.

Rontgen dada atau EKG dapat dilakuakn untuk melihat pembesaran jantung. Pengerasan dan penebalan dinding pembuluh darah di otak dapat dinilai dengan TCD (Trans Cranial Doppler).

* Penulis bekerja di SMF Saraf RS Bethesda Yogyakarta dan merupakan anggota World Stroke Organization


(up/ir)
Sumber: DetikHealth

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...